Senin, 23 Juni 2014

Mutiara yang disia-siakan.

Ini adalah kisah tentang sebutir mutiara, yang di sia-siakan. Mutiara nan cantik, tapi di buang. Sayang juga ya? :D

Sore ini, aku habis nonton acara 'Indonesiaku' di stasiun tv trans7. Entah knapa, sekali lagi hatiku pilu. Kali ini, acaranya membahas tentang ketoprak tobong. Salah satu seni drama yang hampir punah. Sedih, ngeliat ketoprak ini tinggal satu-satunya kelompok drama yg bertahan, tampa ada generasi muda di dalamnya. Harusnya, sebagai seni yg sangat teramat langkah, seni ini telah di lestarikan oleh pemda setempat. Tapi, dimana pemda setempat?! Dimana para wakil rakyat yg dipilih oleh rakyat,  dengan tujuan semata-mata hanya untuk melindungi rakyat??? Tergerak hatiku untuk mengirim surat pada pak presiden, atau pak mentri. Namun, jika di kumpul-kumpul, sudah sealbum surat yg aku tulis untuk mereka, namun tak pernah sampai. Aku tak berani mengirim surat tersebut. Karena aku takut di penjara, atau mamaku di pecat dari pekerjaannya sebagai guru. Aku tau, aku hanya seorang remaja 13 tahun yg tak ada artinya di banding kekuasaan para penguasa. Jadi, aku sadar diri dan tak berani mengutarakan isi hatiku pada siapapun. Karna kalo sampe terdengar oleh pemda, bisa-bisa, ibuku di pecat. Jika di pecat, siapa yg akan menghidupi 7 orang anggota keluarga kami? Mama dan papa sudah lama tak bersama. So, kami harus hidup dari apa kalo mama tak lagi bekerja??

Jujur, dari hati yang paling dalam, aku prihatin ngeliat keadaan indonesia sekarang ini. Begitu banyak mutiara-mutiara cantik yg dimiliki negri ini, tapi tak semua di lindungi, dan di selamatkan. Seiring berkembangnya jaman, seiring juga berpudarnya  mutiara-mutiara tersebut. Atau ngak, dicuri ama tetangga. Tapi, kita tak bisa sepenuhnya menyalahkan pemda. Tak hanya ini urusan yg harus di urusi pemda. Semuanya kembali pada kita, sang penerus bangsa. Namun, jangankan mencari para penerus bangsa yg ingin melestarikan mutiara-mutiara ini. Menemukan para penerus bangsa yg bertanggung jawab dan jujur saja, sudah sengat langkah. Jadi, sebaiknya, kita para penerus bangsa, benahilah dirimu, karena kamulah yg akan meneruskan perjuangan ini. Kita harus bersatu, untuk indonesia yg lebih baik. Right????????

Sampai di sini dulu. Kalau ada yg tak berkenan, mohon di maaf kan.kalau nggak, koment aja. Ok? ;) byeee ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar